Minggu, 24 Oktober 2010

Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa

Proses Dinamika Gerakan Massa
1. Pemusatan perhatian
2. Penciptaan suasana kebersamaan
3. Pusat rasa kagum dan perasaan berada pada suatu massa
4. Pemimpin membayar massa kemana aktivitas akan massa akan dituju

Individu Dalam Massa
• Kehilangan kepribadian yang sadar dan rasional, tindakan kasar dan
irasional, menurut secar membabi buta pada pemimpin
• Melakukan hal-hal yang berlawanan dengan kebiasaan → agresi
Teori frustasi-agresi dari Fuller-Miller, mengemukakan:
• agresivitas merupakan cerminan dari frustasi yang dirasakan oleh massa
• kuat lemahnya tergantung besar kecilnya hambatan dalam mencapai
tujuan tersebut

Kondisi Psikologis Individu Dalam Massa
Menurut Gustave Le Bon, massa itu mempunyai sifat-sifat psikologis
tersendiri. Orang yang tergabung dalam suatu massa akan berbuat sesuatu,
yang perbuatan tersebut tidak akan diperbuat bila individu itu tidak tergabung
dalam suatu massa. Sehingga massa itu seakan-akan mempunyai daya melarutkan individu dalam suatu massa, melarutkan individu dalam jiwa massa.
Menurut Gustave Le Bon dalam massa itu terdapat apa yang dinamakan hukum mental unity atau law mental unity, yaitu bahwa massa adalah kesatuan mind, kesatuan jiwa.

sumber : http://raraajah.wordpress.com/2010/10/19/proses-dinamika-gerakan-massa-dan-kondisi-psikologis-individu-dalam-massa/

Massa Abstrak dan Masa Konkrit

Massa menurut Mennicke (1948) mempunyai pendapat dan pandangan yang lain shingga ia membedakan antara massa abstrak dan massa konkrit. Massa abstrak adalah sekumpulan orang-orang yang didorong oleh adanya pesamaan minat, persamaan perhatian, persamaan kepentingan, persamaan tujuan, tidak adanya struktur yang jelas, tidak terorganisir. Sedangkan yang dimaksud dengan massa konkrit adalah massa yang mempunyai ciri-ciri: 

1)        Adanya ikatan batin, ini dikarenakan adanya persamaan kehendak, persamaan tujuan, persamaan ide, dan sebagainya. 
2)        Adanya persamaan norma, ini dikarenakan mereka memiliki peraturan sendiri, kebiasaan sendiri dan sebagainya. 
3)        Mempunyai struktur yang jelas, di dalamnya telah ada pimpinan tertentu. Antara massa absrak dan massa konkrit kadang-kadang memiliki hubungan dalam arti bahwa massa abstrak dapat berkembang  atau berubah menjadi konkrit, dan sebaliknya massa konkrit bisa berubah ke massa abstrak. Tetapi ada kalangan massa abstrak bubar tanpa adanya bekas.  Apa yang dikemukakan oleh Gustave Le Bon dengan massa dapat disamakan dengan massa abstrak yang dikemukakan oleh Mennicke, massa seperti ini sifatnya temporer, dalam arti bahwa massa itu dalam waktu yang singkat akan bubar.

sumber dari http://www.mizan-poenya.co.cc/2010/08/makalah-psikologi-sosial.html
































Psikologi Massa dan Teorinya

Massa (berasal dari bahasa Yunani) adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang digunakan untuk menjelaskan berbagai perilaku yang terpantau. Dalam kegunaan sehari-hari, massa biasa disinonimkan dengan berat. Namun menurut pemahaman ilmiah modern, berat suatu objek diakibatkan oleh interaksi massa dan medan gravitasi.

Namun Psikologi Massa adalah merupakan dari kata psikologi dan massa. Dimana Psikologi adalah ilmu tentang perilaku dan proses mental. Massa dapat diartikan sebagai bentuk kolektivisme (kebersamaan). Oleh karena itu, Psikologi Massa akan berhubungan perilaku yang dilakukan secara bersama-sama oleh sekelompok massa. Fenomena kebersamaan ini diistilahkan sebagai Perilaku Kolektif (Collective Behaviour).

Ada tiga teori yang seringkali digunakan untuk menjelaskan kejadian perilaku massa.  
1.      Social Contagion Theory (Teori Penularan sosial) menyatakan bahwa orang akan mudah tertular perilaku orang lain dalam situasi sosial massa. mereka melakukan tindakan meniru/imitasi.  
2.      Emergence Norm Theory: menyatakan bahwa perilaku didasari oleh norma kelompok, maka dalam perilaku kelompok ada norma sosial mereka yang akan ditonjolkannya. Bila norma ini dipandang sesuai dengan keyakinannya, dan berseberangan dengan nilai / norma aparat yang bertugas, maka konflik horizontal akan terjadi. 
3.      Convergency Theory:  menyatakan bahwa kerumunan massa akan terjadi pada suatu kejadian dimana ketika mereka berbagi (convergence) pemikiran dalam menginterpretasi suatu kejadian. Orang akan mengumpul bila mereka memiliki minat yang sama dan mereka akan terpanggil untuk berpartisipasi 
 4.      Deindivuation Theory, menyatakan bahwa ketika orang dalam kerumunan, maka mereka akan ”mneghilangkan” jati dirinya, dan kemudian menyatu ke dalam jiwa massa.

dikutip : http://suryanto.blog.unair.ac.id/2008/12/03/memahami-psikologi-massa-dan-penanganannya/

Sabtu, 16 Oktober 2010

Karakteristik Komunikasi Massa

Komunikasi massa adalah suatu proses dalam mana komunikator-komunikator menngunakan media untuk menyebarkan pesan-pesan secara luas, dan secara terus-menerus menciptakan makna-makna yang diharapkan dapat mempengaruhi khalayak yang besar dan berbeda-beda dengan melalui berbagai cara. (DeFleur dan Denis, 1985)

Karakter Komunikasi massa:
1. Ditujukan pada khalayak yang luas, heterogen, anonim, tersebar dan tidak mengenal batas geografis-kultural.
2. bersifat umum, bukan perorangan atau pribadi. Kegiatan penciptaan pesan melilbatkan orang banyak dan terorganisasi.
3. pola penyampaian bersifat cepat dan tidak terkendala oleh waktu dalam menjangkau khalayak yang luas.
4. penyampaian pesan cenderung satu arah.
5. kegiatan komunikasi terencana, terjadwal dan terorganisasi.
6. penyampaian pesan bersifat berkala, tidak bersifat temporer.
7. isi pesan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia (ekonomi, sosial, budaya, politik dll)

karakteristik organisasi yang efektif

KARAKTERISTIK ORGANISASI YANG EFEKTIF

Karakteristik Organisasi yang efektiv adalah ;
- Concern terhadap SDM dan memperlakukan SDM sebagai Asset yang berharga
- Program Training dan Pengambangan terbuka seluas-luasnya
- Program kompensasi terlaksana dengan baik
- Tingkat perputaran SDM rendah
- Top manajemen mempunyai komitmen dan mendukung terhadap perkembangan SDM
- Semua Team turut berpartisipasi dalam membuat kebijakan organisasi

sumber : http://adigugun2000.wordpress.com/2008/02/24/karakteristik-organisasi-yang-efektif/

kelompok kecil

Sifat komunikasi kelompok kecil terjadi ketika tiga orang atau lebih bertatap muka, biasanya dibawah pengarahan seorang pemimipin untuk mencapai tujuan atau sasaran bersama dan mempengaruhi satu sama lain. inti dari definisi adalah bahwa masyarakat berinteraksi, mereka saling bergantung, dan saling mempengaruhi.
Komunikasi kelompok kecil yang efektif menghendaki Anda untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui tatap muka. interaksi yang berarti dapat berlangsung jika komunikasi melibatkan hal berbicara dan mendengar dalam lingkungan yang umum. melalui pengenalan teknologi baru-komputer, mesin fax, telekonferensi, dan bentuk komunikasi cepat lainnya-masyarakat semakin terbiasa berkomunikasi dan menyokong hubungan tanpa kondisi fisik orang lain. bagaimanapun, kelompok yang terbaik terjadi bila orang-orang dapat segera menanggapi komunikasi verbal maupun nonverbal orang lain secara pribadi.

Jumat, 15 Oktober 2010

alasan individu masuk kelompok

Kelompok merupakan kumpulan dua orang atu lebih yang berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lainnya, dan dibentuk bersama berdasarkan interest atau tujuan yang sama.
alasan mengapa seorang individu bergabunga dalam kelompok, yaitu:
1. Ketertarikan Interpersonal
    ketertarikan interpersonal dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk mengevaluasi individu lain dengan   penilaian positif  secara konsisten. ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan ketertarikan interpersonal, yaitu:
- daya tarik fisik
- kedekatan
- merasa dekat/familiar
- kemiripan
- social reward
2. Aktivitas Kelompok
    aktivitas kelompok untuk mencapai tujuan
3. Tujuan Kelompok
    merupakan hal ada dalam kelompok
4. Keanggotaan Kelompok
    didalam kelompok terdapat struktur-struktur yang mengatur kinerja kelompok
5. Efek Instrumental Keanggotaan
    adalah bagian dari keanggotaan itu sendiri. maksud dari efek instrumental adalah suatu komunikasi antar anggota dan penagruh dari kebersamaan suatu kelompok. orang banyak akan melihat dari sisi ini karena orang karena dia merasa sendiri dan ingin berkelompok.